Jumat, 04 Mei 2012

Makalah KeNWan - NWDI dan NBDI

| Jumat, 04 Mei 2012 | 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
                  Organisasi Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah organisasi keagamaan islam (jam’iyah diniyah islamiyah) yang memiliki kegiatan utama (core activities) dalam bidang pendidikan, social dan dakwah islamiyah. Organisasi ini didirikan oleh TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah.
                  Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan suatu bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta organisasi ini dalam ikut serta mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara matematis berapa banyak anak bangsa yang dapat dicerdaskan oleh oragnisasi Nahdlatul Wathan setiap tahun. Bila dirata-ratakan setiap jenjang/jenis lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan dapat menamatkan 40 orang anak didik setiap tahun maka akan ditemukan angka anak bangsa yang dapat ditamatkan dalam satu tahun sekitar 36.080 (tiga puluh enam ribu delapan puluh) orang siswa. Sungguh jumlah yang sangat pantastis. Banyak juga lembaga pendidikan NW yang dapat menamatkan siswa lebih dari seratus orang pada tiap tahun pelajaran. Dengan demikian jumlah tersebut sangat terbuka untuk meningkat. Untuk itu, sangat layaknya negeri ini berterima kasih kepada organisasi Nahdlatul Wathan. Artinya setiap aktivitas Nahdlatul Wathan untuk suatu kemajuan yang tidak bertentangan dengan aturan negara harus didukung secara maksimal. Jangan sampai dihalangai apalagi dicibir. Partisipasi organisasi ini telah mengurangi kewajiban negara atas rakyatnya. Kewajiban negara untuk mencerdaskan/mendidik anak negeri yang tiga puluh lima ribu dalam satu tahun telah diambil alih oleh organisasi Nahdlatul Wathan. Berapa uang negara untuk pengadaan sarana prasara pembelajaran, gaji guru, dan lain-lain yang dapat dihemat?
                  Nahdlatul Wathan terus tumbuh dan berkembang sakilpun sering diterpa dengan berbagai rintangan baik dari internal maupun eksternal. Pesatnya perkembangan ini tidak terlapas dari prinsip-prinsip dasar perjuangan Nahdlatul Wathan yang telah ditanamkan oleh pendiri Nahdlatul Wathan, yakin, ikhlas, dan istiqomah. Prinsip-prinsip perjuangan ini telah melahirkan konsep sami’na waata’na dalam doktrin perjuangan Nahdlatul Wathan. Orang yang yakin akan suatu kebenaran akan ikhlas dan istiqomah dalam meperjuangkan kebenaran yang diyakini. Segala keputusan yang telah diambil oleh pimpinan akan diwujudkan dengan konsep sami’na waata’na.
                        Pendirian organisasi NW dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan adanya suatu badan yang dapat berfungsi sebagai koordinator, pembimbing dan pengayom dari kegiatan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang telah berkembang pesat dengan banyaknya cabang-cabang kedua madrasah itu tersebar diberbagai wilayah dan desa di Pulau Lombok. Kedua madrasah itu, NWDI dan NBDI kini telah diintegrasikan menjadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatain NW (PPDNW) Pancor yang menjadi induk madrasah NW yang tersebar diwilayah nusantara.
                        NWDI adalah lembaga pendidikan agama bagi kaum pria yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1936 di Pancor – Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Madrasah NWDI secara resmi dibuka pada tanggal 22 Agustus 1937 bertepatan dengan tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 Hijriah. Sedangkan NBDI adalah lembaga pendidikan agama bagi kaum perempuan yang didirikan pada tanggal 21 April 1943 bertepatan dengan 15 Rabiul Akhir 1362 Hijriah.
                        Perjuangan NW yang dimulai sejak kelahiran Madrasah NWDI sudah mencapai 69 tahun lamanya, dari tahun ke tahun terus mengalami dinamika dan perubahan. Adapun perubahan penting yang dialami organisasi NW adalah berkembangnya peran dan fungsi NW sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjalankan aktivitas dalam bidang penguatan masyarakat sipil (civil society). Oleh karena itu NW sekarang dikenal sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Latar Belakang Pendirian NW
                        Nahdlah” dan “al wathan”,Nahdlah berarti kebangkitan pergerakan, pembangunan.Al Wathan berarti tanah Air atau Negara.Jadi Nahdlatul Wathan adalah kebangkitan tanah air, pembangunan Negara atau membangun Negara.Secara terminologis Nahdlatul Wathan adalah organisasi islam Ahlussunnah Waljama’ah.
                        Pendirian organisasi NW dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan adanya suatu badan yang dapat berfungsi sebagai koordinator, pembimbing dan pengayom dari kegiatan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang telah berkembang pesat dengan banyaknya cabang-cabang kedua madrasah itu tersebar diberbagai wilayah dan desa di Pulau Lombok. Kedua madrasah itu, NWDI dan NBDI kini telah diintegrasikan menjadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatain NW (PPDNW) Pancor yang menjadi induk madrasah NW yang tersebar diwilayah nusantara.
                        NWDI adalah lembaga pendidikan agama bagi kaum pria yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1936 di Pancor – Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Madrasah NWDI secara resmi dibuka pada tanggal 22 Agustus 1937 bertepatan dengan tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 Hijriah. Sedangkan NBDI adalah lembaga pendidikan agama bagi kaum perempuan yang didirikan pada tanggal 21 April 1943 bertepatan dengan 15 Rabiul Akhir 1362 Hijriah.
                        Perjuangan NW yang dimulai sejak kelahiran Madrasah NWDI sudah mencapai 69 tahun lamanya, dari tahun ke tahun terus mengalami dinamika dan perubahan. Adapun perubahan penting yang dialami organisasi NW adalah berkembangnya peran dan fungsi NW sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjalankan aktivitas dalam bidang penguatan masyarakat sipil (civil society). Oleh karena itu NW sekarang dikenal sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
2.2 Dinamika perjalanan NWDI dan NBDI
           
                  Setelah posisi kedua madrasah induk itu semakin mantap, ditambah berkembangnya cabang-cabang berbagai daerah, maka madrasah NWDI dan NBDI melakukan upaya-upaya pengembangan konstruktif dalam bidang kurikulum, jenjang dan jenis madrasah sesuai dengan perkembangan zaman.
                  Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah yang disingkat NWDI adalah lembaga pendidikan agama pertama yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan klasikal di Pulau Lombok. Madrasah ini didirikan oleh Al-Magfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 H./17 Agustus 1937 M. Madrasah ini merupakan kelanjutan dari Pondok Pesantren Al-Mujahidin yang didirikan oleh Al-Magfurlah pada tahun 1934, sekembali beliau menuntut ilmu di Madrasah Sholatiyah Makkah A-Mukarromah.
                  Pendirian madrasah NWDI ini diinspirasi dengan kondisi masyarakat Lombok pada saat itu yang masih sangat minim pengetahuan dan pemahaman tentang ajaran-ajaran agama. Di samping itu, juga dimotivasi dengan sistem pembelajaran yang beliau ikuti selama menimba ilmu di Madrasah Sholatiyah yang menggunakan sistem klasikal dalam pembelajaran. Menurut beliau, untuk mempercepat dan mengintensipkan pembelajaran agama secara terfokus dan terprogram maka pendekatan pembelajaran dengan sistem klasikal menjadi sangat penting.
                  Sistem pembelajaran dengan pendekatan klasikal ini merupakan hal baru bagi masyarakat Islam Lombok kala itu. Oleh karena itu, dalam pendidrian madarsah tersebut Maulana Syaikh banyak mendapat rintangan dan intimidasi dari berbagai pihak. Sampai-sampai beliau harus jum’atan ke Labuan Haji selama kurang lebih tinga tahun. Namun berkat kesabaran dan keyakinan beliau, seluruh rintangan itu, dapat teratasi dengan baik dan Madrasah NWDI dapat tumbuh dan berkembang. Pada tahun 1953 madrasah cabang NWDI telah berjumlah 66 buah yang didirikan oleh para abituren NWDI. Pesatnya perkembangan Madrasah NWDI inilah yang melatarbelakangi lahirnya organisasi Nahdlatul Wathan pada tanggal 1 Maret 1953. Organisasi Nahdlatul Wathan didirikan dengan tujuan untuk menngkoordinir, membina, dan mempertanggungjawabkan seluruh amal usaha yang didirikan dan dikelola oleh para abituren yang salah satunya dalam bentuk madrasah. Sejak diresmikan pendirian organisasi Nahdlatul Wathan, seluruh amal usaha yang dididrikan dan dikelola oleh abituren diberikan label Nahdlatul Wathan (NW), baik pada lembaga pendidikan, sosial, maupun lembaga dakwah Islamiyah. Samapi tahun 2008 ini lembaga pendidikan yang dikelola Nahdlatul Wathan berjumlah 902 buah dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.
                  Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberadaan Madarsah NWDI, Maulana Syaikh selaku pendiri NWDI mentradisikan untuk merayakan peringatan HULTAH NWDI. Peringatan HULTAH NWDI, di samping dimaksudkan sebagai eksperesi kesyukuran, juga sebagai media silaturrahmi nasional warga Nahdlatul Wathan karena pada setip kali HULTAH NWDI dirayakan maka jamaah Nahdlatul Wathan dari berbagai daerah di Nusantara akan berdatangan untuk menghadiri puncak perayaan HULTAH. Di samping sebagai media evaluasi dan refitalisasi program dan kegiatan organisasi Nahdlatul Wathan selama satu tahun berjalan.
                  Dalam Wasiat Renungan Masa pendiri NWDI menegaskan /Nahdlatul wathan ciptaan ayahda/Kuamanatkan kepada anakda/Dipelihara dan terus dibina/dan dikembangkan di Nusantra/. Untuk mewujudkan visi pengembangan Nahdlatul Wathan, perlu elemen-elemn yang dimiliki serta peluang yang tersedia dimanfaatkan secara cerdas. Sudah menjadi fakta bahwa sejak tahun 2003, Nahdlatul Wathan telah melibatkan diri dalam dunia politik paraktis. Memang secara organisatoris tidak. Tetapi sulit untuk memisahkan antara Nahdlatul Wathan dengan Partai Bintang Reformasi, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Ya NW, ya PBR. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta yang ada di legislatif bahwa dari 30 orang anggota DPRD kabupaten/Kota dan Propinsi di Nusa Tenggara Barat dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, 90 % merupakan kader Nahdlatul Wathan dan sisanya adalah simpatisan Nahdlatul Wathan. Jumlah yang tidak sedikit untuk mewarnai dinamika perpolitikan Nusa Tenggara Barat. Kehadiran kader-kader Nahdlatul Wathan dalam politik praktis harus dimaknai dalam persfektif melancarkan misi perjuangan Nahdlatul Wathan. Memang berpartai adalah identik dengan kekuasaan. Kekuasaan bukan hal yang tabu bahkan sangat penting untuk melanggengkan misi dakwah Nahdlatul Wathan.
2.3 Madrasah NWDI Dan Madrasah NBDI
  • Madrasah NWDI

            Kondisi ini selanjutnya mendorong semangat Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk membangun madrasah sebagai lembaga pendidikan islam di pulau Lombok.
Rencana ini ternyata tidak berjalan sesuai harapan, sebab ada sebagian masyarakat yang kontra dan tidak setuju dengan rencana tersebut. Mereka yang kontra berasumsi bahwa madrasah merupakan kepanjangan tangan dari sistem pembelajaran ala barat dan akan menyebarkan ajaran wahabi dan Mu’tazilah.
  • Madrasah NBDI

            Berangkat dari kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh madrasah NBDI, kemudian melahirkan gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan agama yang dikhususkan untuk kaum perempuan.Gagasan mendirikan madrasah dimaksud dilatar belakangi oleh kondisi social perempuan pada saat itu yang tersubordinasi oleh negemoni kaum laki-laki. Padahal perbedaanya memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
           
                              Dari pembahasan di atas kami dapat menarik kesimpulan bahwa, Perjuangan NW yang dimulai sejak kelahiran Madrasah NWDI sudah mencapai 69 tahun lamanya, dari tahun ke tahun terus mengalami dinamika dan perubahan. Adapun perubahan penting yang dialami organisasi NW adalah berkembangnya peran dan fungsi NW sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjalankan aktivitas dalam bidang penguatan masyarakat sipil (civil society). Oleh karena itu NW sekarang dikenal sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
                  Pendirian madrasah NWDI ini diinspirasi dengan kondisi masyarakat Lombok pada saat itu yang masih sangat minim pengetahuan dan pemahaman tentang ajaran-ajaran agama. Di samping itu, juga dimotivasi dengan sistem pembelajaran yang beliau ikuti selama menimba ilmu di Madrasah Sholatiyah yang menggunakan sistem klasikal dalam pembelajaran. Menurut beliau, untuk mempercepat dan mengintensipkan pembelajaran agama secara terfokus dan terprogram maka pendekatan pembelajaran dengan sistem klasikal menjadi sangat penting.
                        Pendirian organisasi NW dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan adanya suatu badan yang dapat berfungsi sebagai koordinator, pembimbing dan pengayom dari kegiatan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang telah berkembang pesat dengan banyaknya cabang-cabang kedua madrasah itu tersebar diberbagai wilayah dan desa di Pulau Lombok. Kedua madrasah itu, NWDI dan NBDI kini telah diintegrasikan menjadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatain NW (PPDNW) Pancor yang menjadi induk madrasah NW yang tersebar diwilayah nusantara.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. H. Ahmad Abdul Syakur, M.A. Islam Dan Kebudayaan (Akulturasi Nilai-Nilai            Islam dalam Budaya Sasak). 2006. Penerbit Adab Press
Kerja Sama YPH PPD NW Pancor dan DPC PBB Kab. LOTIM. Mengenang        AlMagfurullahu Maulanasyaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin         Abdul Madjid Pancor. 2004

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2012. Makalah Cyber . All rights reserved | Makalah Cyber.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by Makalah Cyber - Zoenk