Minggu, 05 Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS TONSILITIS

| Minggu, 05 Agustus 2012 | 0 komentar

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS TONSILITIS
A.  DEFINISI
Tonsilitis adalah suatu peradangan akut pada tonsil dan kriptonya.
B.  ETIOLOGI
Streptococcus beta, haemoliticus group A, virus (Adeno virus, Virus
echo, virus influenza), streptococcus viridans, streptococcus pyagenes adalah
penyebab terbanyak.
C.  MANIFESTASI KLINIK.
1.   Nyeri menelan (dispagia).
2.   Nyeri tenggorokan, pasien mengeluh ada penghalang di tenggorokan dan
terasa kering.
3.   Demam (menggigil).
4.   Malaise atau klien merasa lemah.
5.   Tonsil nampak membesar, kemerahan, permukaan tidak rata, kriptus
membesar dan terisi detritus.
6.   Nafsu makan kurang.
7.   Banyak keluar keringat.
8.   Pernafasan berbau.
D.  KOMPLIKASI
Komplikasi secara perkontinatum ke daerah sekitar berupa rinitis kronik,
sinusitis, dan otitis media. Komplikasi secara hematogen atau limfogen ke organ
yang jauh dan tonsil seperti endokarditis, artritis, miokarditis, nefritis, dermatitis,
pruritis, urikaria dan furunkulosis.
E.  PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Kultur dan uji resistensi kuman dan sediaan apusan tonsil.
53

F.   PENATALAKSANAAN
1.   Tonsilitis Akut
Antibiotik golongan penisilin atau sulfonamida selama 5 hari,
antipiretik, dan obat kumur atau obat isap dengan disinfektan. Bila alergi
pada penisillin dapat diberikan eritromisin atau klindamisin.
2.   Tonsilitis Kronik
a.   Terapi lokal untuk higiene mulut dengan obat kumur atau obat isap.
b.   Terapi radikal dengan tonsilektomi bila terapi medikamentosa atau terapi
konservatif tidak berhasil.
54

G.  ANALISA DATA PRE OPERASI
NO                    DATA
1      DS:
- Klien mengeluh nyeri
bila menelan.
- Klien mengatakan
tenggorokan klien terasa
nyeri.
DO:
- Tonsil klien nampak
membesar dan
kemerahan.
2      DS:
- Klien mengeluh badan
terasa panas
DO:
- Suhu 38 °C
- Banyak keluar keringat.
- Tonsil nampak
kemerahan.
- Badan klien teraba panas
3      DS:
- Klien mengeluh nyeri
bila menelan
- Klien mengatakan
tenggorokan klien terasa
nyeri.
- Klien mengatakan nafsu
makan menurun
DO:
- Porsi makan yang
disediakan tidak
dihabiskan
- Klien tampak kesakitan
saat menelan

PENYEBAB
Invasi kuman/bakteri/virus pada
tonsil
Terjadinya peradangan pada tonsil
Merangsang pengeluaran zat
kimia
(histamin, bradikinin, serotinin)
Merangsang implus saraf sekitar
Rangsangan dihantarkan ke
thalamus, cortex cerebri
Nyeri dipersepsikan
Merangsang terjadinya proses
endogen atau pirogen
Dihantarkan ke hipotalamus
bagian termoregulator
Hipertermi
Terjadinya peradangan pada
tonsil 
Merangsang saraf tepi sekitar
yang menimbulkan nyeri menelan
dan tenggorokan
Respon nyeri menelan dan
tenggorokan menghambat intake
makanan yang masuk
Nutrisi kurang dan kebutuhan
55

MASALA
H
KEPERA
WATAN
Nyeri
Hipertermi
Nutrisi
kurang dan
kebutuhan

4      DS:
- Klien mengatakan
merasa cemas dengan
keadaan penyakitnya.
DO:
- Klien nampak gelisah
- Klien nampak cemas

56

Perubahan status kesehatan Ansietas

H.  ANALISA DATA POST OPERASI
NO                DATA

PENYEBAB

MASALAH
KEPERAWATAN

1      DS:
- Klien mengeluh
nyeri pada saat
menelan.
- Klien mengeluh
nyeri pada
tenggorokannya.
DO:
- Tampak luka insisi
pada tonsil klien.
- Klien nampak
meringis
2      DS:
- Klien mengeluh
nyeri pada saat
menelan
- Klien mengatakan
malas makan
karena nyeri bila
menelan
DO:
- Porsi makan yang
disediakan tidak
dihabiskan.
- Klien tampak
kesakitan saat
menelan
3      DO:
- Nampak adanya
luka insisi.

Invasi kuman/bakteri/virus pada
tonsil
Terjadinya peradangan pada tonsil
Tindakan pembedahan
(tonsilektomi)
Luka insisi
Merangsang pengeluaran zat kimia
(histamin, bradikinin, serotinin)
Merangsang impuls saraf sekitar
Rangsangan dihantarkan ke
thalamus
Nyeri dipersepsikan
Merangsang saraf-saraf tepi sekitar
yang menimbulkan nyeri menelan
dan tenggorokan
Respon nyeri menelan dan
tenggorokan menghambat intake
makanan yang masuk
Nutrisi kurang dan kebutuhan
Luka insisi
Kuman dapat masuk
Risiko tinggi infeksi
57

Nyeri
Nutrisi kurang dan
kebutuhan
Risiko tinggi infeksi


I.    RENCANA PERAWATAN PRE OPERASI
NO       DIAGNOSA KEPERAWATAN

RENCANA ASUHAN
KEPERAWATAN (TUJUAN,
KRITERIA RENCANA TINDAKAN)

1      Nyeri berhubungan dengan
peradangan pada tonsil ditandai
dengan:
DS:
- Klien mengeluh nyeri bila
menelan.
- Klien mengatakan tenggorokan
klien terasa nyeri
DO:
- Tonsil klien nampak membesar
dan kemerahan
2      Hipertermi berhubungan dengan
proses penyakit ditandai dengan:
DS:
- Klien mengeluh badan terasa
panas.
DO:
- Tonsil nampak kemerahan
- Suhu 38 ÂșC
- Banyak keluar keringat
58

T : Nyeri teratasi dalam waktu 3 x 24 jam
K : - Nyeri hilang
- Klien mengatakan tenggorokan
klien tidak terasa sakit.
    - Tonsil klien kembali normal dan
tidak kemerahan.
I : - Kaji tingkat nyeri
    - Anjurkan teknik relaksasi
    - Jelaskan penyebab nyeri yang
dialaminya.
    - Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian analgetik.
T : Hipertermi teratasi dalam waktu 2 x
24 jam
K : - Suhu tubuh kembali normal 36°C –
37 °C.
    - Badan klien teraba hangat
I : - Observasi tanda-tanda vital
    - Anjurkan klien untuk banyak
minum
    - Berikan kompres hangat di daerah
dahi atau axilla.
    - Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian antipiretik.


3      Nutrisi kurang dan kebutuhan
berhubungan dengan:
DS:
- Klien mengeluh nyeri bila
menelan.
- Klien mengatakan tenggorokan
terasa nyeri
- Klien mengatakan nafsu makan
menurun.
DO:
- Porsi makan yang disediakan
tidak dihabiskan.
- Klien tampak kesakitan saat
menelan.
4      Ansietas berhubungan dengan
perubahan status kesehatan ditandai
dengan:
DS:
- Klien mengatakan merasa cemas
dengan keadaan penyakitnya.
DO:
- Klien nampak gelisah.
- Klien nampak cemas.
- Klien selalu bertanya tentang
59

T : Kebutuhan nutrisi klien dapat
terpenuhi
K : - Klien tidak mengeluh nyeri bila
menelan
    - Klien mengatakan nafsu makan
baik
    - Porsi makan yang disediakan
dihabiskan
    - Klien tidak tampak kesakitan saat
menelan.
I : - Jelaskan tentang pentingnya nutrisi
bagi tubuh atau kesembuhan
penyakitnya
    - Sajikan makanan cair dalam
keadaan hangat.
    - Anjurkan klien makan sedikit tapi
sering.
    - Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian multivitamin
T : Ansietas dapat teratasi dalam waktu
2x24 jam
K : - Klien tidak tampak gelisah
    - Klien tidak tampak cemas
    - Klien mengatakan tidak merasa
cemas dengan keadaan penyakitnya
    - Klien tidak selalu bertanya tentang
penyakitnya.
I : - Jelaskan tentang kondisi penyakit
yang dideritanya

keadaan penyakitnya

60

    - Buat hubungan saling percaya
dengan klien atau orang terdekat.
    - Berikan informasi tentang penyakit
dan teknik pengobatan
    - Dorong pasien atau orang terdekat
untuk menyatakan masalah atau
perasaan
    - Beri penguatan informasi klien
yang telah diberikan sebelumnya

J.   RENCANA PERAWATAN POST OPERASI
NO       DIAGNOSA KEPERAWATAN

RENCANA ASUHAN
KEPERAWATAN (TUJUAN,

1      Nyeri berhubungan dengan luka
insisi ditandai dengan:
DS:
- Klien mengeluh nyeri pada saat
menelan
- Klien mengatakan tenggorokan
terasa nyeri
DO:
- Tampak luka insisi pada tonsil
klien
- Wajah tampak meringis
2      Nutrisi kurang dan kebutuhan nutrisi
kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan:
DS:
- Klien mengeluh nyeri bila
menelan.
- Klien mengatakan malas makan
karena nyeri bila menelan
DO:
- Porsi makan yang disediakan
tidak dihabiskan
- Klien tampak kesakitan saat
menelan
61

KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
T : Nyeri teratasi dalam waktu 3 x 24 jam
K : - Nyeri hilang
- Klien mengatakan tenggorokan
tidak terasa sakit
    - Tonsil klien kembali normal dan
tidak kemerahan
I : - Kaji tingkat nyeri
    - Anjurkan teknik relaksasi
    - Jelaskan penyebab nyeri yang
dialaminya.
    - Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian analgetik.
T : Kebutuhan nutrisi klien dapat
terpenuhi dalam waktu 3 x 24 jam
K : - Klien tidak mengeluh nyeri bila
menelan
    - Klien mengatakan tidak malas
makan
    - Porsi makan yang disediakan
dihabiskan.
    - Klien tidak tampak kesakitan saat
menelan
I : - Jelaskan tentang pentingnya nutrisi
bagi tubuh atau kesembuhan
penyakitnya
    - Sajikan makanan cair dalam


3      Risiko tinggi infeksi berhubungan
dengan tindakan pembedahan
ditandai dengan:
DO:
- Nampak adanya luka insisi
62

keadaan hangat.
    - Anjurkan klien makan sedikit tapi
sering.
    - Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian multivitamin
T : Infeksi tidak terjadi
K : - Tanda - tanda infeksi tidak terjadi
I : - Awasi tanda-tanda vital
    - Jelaskan kepada klien tentang
keadaan penyakitnya atau kondisi
klien
- Kolaborasi dengan dokter
pemberian antibiotik sesuai
indikasi

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2012. Makalah Cyber . All rights reserved | Makalah Cyber.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by Makalah Cyber - Zoenk