Rabu, 02 Mei 2012

JENIS- JENIS CAIRAN INFUS

| Rabu, 02 Mei 2012 | 0 komentar

Jenis-jenis Cairan Intravena

1.        Cairan bisa bersifat isotonis (contohnya ; NaCl 0,9 %, Dekstrosa 5 % dalam air, Ringer laktat / RL, dll)
2.        Cairan bisa bersifat hipotonis (contohnya ; NaCl 5 %)
3.        Cairan bisa bersifat hipertonis (contohnya ; Dekstrosa 10 % dalam NaCl, Dektrosa 10 % dalam air, Dektrosa 20 % dalam air)
beberapa alasan kenapa pasien  di infus :
1.      pasien yang kekurangan cairan [ dehidrasi ]
2.      Pasien Koma [ tidak bisa melakukan aktifitas mengkonsumsi makanan sendiri]
3.      pasien yang sedang melakukan terapi pemberianobat  melalui vena yang lebih dari 1 kali sehari, sehingga memasukkkan obatnya melalui cairan infus.

Ciri – ciri vena yang bisa ditusukkan jarum infus :
1.      Tidak bercabang
2.      Lurus

Ada dua macam ukuran selang yang biasanya digunakan dalam pemasangan infus :
1.      Ukuran Macrodrip yang setiap 1ml nya terdiri dari 15 tetes dan biasanya digunakan untuk pasien dewasa.
2.      Ukuran Microdrip yang setiap 1ml nya terdiri dari 60 tetes dan biasanya digunakan untuk pasien yang masih anak-anak.
ASERING
Indikasi:
Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.
Komposisi:
Setiap liter asering mengandung:
·         Na 130 mEq
·         K 4 mEq
·         Cl 109 mEq
·         Ca 3 mEq
·         Asetat (garam) 28 mEq
Keunggulan:
·         Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati
·         Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus
·         Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran
·         Mempunyai efek vasodilator
·         Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral
KA-EN 1B
Indikasi:
·         Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)
·         < 24 jam pasca operasi
·         Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
·         Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam.
KA-EN 3A & KA-EN 3B
Indikasi:
o    Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
o    Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
o    Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
o    Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B

KA-EN MG3
Indikasi :
·         Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
·         Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
·         Mensuplai kalium 20 mEq/L
·         Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L
KA-EN 4A
Indikasi :
·         Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
·         Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
·         Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
·         Komposisi (per 1000 ml):
§  Na 30 mEq/L
§  K 0 mEq/L
§  Cl 20 mEq/L
§  Laktat 10 mEq/L
§  Glukosa 40 gr/L


KA-EN 4B
Indikasi:
·         Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun
·         Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia
·         Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
·         Komposisi:
§  Na 30 mEq/L
§  K 8 mEq/L
§  Cl 28 mEq/L
§  Laktat 10 mEq/L
§  Glukosa 37,5 gr/L

Otsu-NS
Indikasi:
·         Untuk resusitasi
·         Kehilangan Na > Cl, misal diare
·         Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)

Otsu-RL
Indikasi:
·         Resusitasi
·         Suplai ion bikarbonat
·         Asidosis metabolic
MARTOS-10
Indikasi:
·         Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
·         Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein
·         Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam
·         Mengandung 400 kcal/L
AMIPAREN
Indikasi:
·         Stres metabolik berat
·         Luka bakar
·         Infeksi berat
·         Kwasiokor
·         Pasca operasi
·         Total Parenteral Nutrition
·         Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit



AMINOVEL-600
Indikasi:

·         Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI
·         Penderita GI yang dipuasakan
·         Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca operasi)
·         Stres metabolik sedang
·         Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)
PAN-AMIN G
Indikasi:
·         Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan
·         Nitrisi dini pasca operasi
·         Tifoid

SOAL
1.      Pada pasien yang terkena luka bakar memerlukan cairan infuse 1600/8 jam. Berapakah tetes/menit ?
2.      Pasien dehidrasi memerlukan 12 tetes/menit. Berapa yang dihabiskan dalam 8 jam ?
3.      Cairan infuse 500 ml diberikan 5 tetes/menit. Dalam berapa jam cairan habis pada pasien dewasa ?

Answer
1.      x 15                    = 50 tetes/menit
2.      60 menit x 8 jam         = 80 menit
480 x 12                      = 5760
1 ml ada 15 tetes
                          = 384 ml
3.      500 ml x 15 tetes         = 7.500
                        = 25 jam

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2012. Makalah Cyber . All rights reserved | Makalah Cyber.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by Makalah Cyber - Zoenk