Minggu, 22 Juli 2012

Makalah Psikologi Komunikasi

| Minggu, 22 Juli 2012 | 0 komentar


BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu, manusia perlu berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan informasi yang sangat berguna. Komunikasi sendiri berasal dari kata communis yang berarti kesamaan dalam suatu hal. Secara umum, komunikasi dapat diartikan sebagai suatu upaya menyampaikan informasi dari sumber kepada penerima baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan suatu media. “Tidak semua komunikasi berlangsung dengan kata, ada berbagai symbol bunyi dan grafis yang digunakan untuk berkomunikasi” (Kincaid dalam Lubis at al. 2010:6).

Informasi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat disampaikan melalui media komunikasi. “Media komunikasi sebagai alat-alat yang membantu untuk mengombinasikan saluran-saluran komunikasi yang berbeda untuk menjadi pengangkut (transportation) sinyal-sinyal yang berbentuk tulisan (teks), visual, terdengar, tersentuh, dan/atau tercium” (Cees Leuwis dalam Lubis at al. 2010:307). Sementara itu, Ruben dalam Lubis at al. 2010 telah mengelompokkan media menjadi empat kategori yaitu media intrapersonal, media antarpribadi, media kelompok dan organisasi, dan yang terakhir adalah media massa. Dari empat kategori tersebut, yang biasanya dipermasalahkan adalah media massa.

Media massa mendapatkan perhatian besar dari komunikator dan komunikan karena meliputi teknologi yang dapat menggandakan pesan untuk disampaikan. Media massa juga dikelompokkan menjadi media cetak dan media elektronik. Media cetak dapat berupa Koran dan majalah, sedangkan media elektronik dapat berupa internet, televisi, dan radio. Dari semua macam-macam media massa, televisi-lah yang terlihat paling mendominasi dalam kehidupan belakangan ini.

Pada kenyataannya, televisi merupakan media massa yang memberikan informasi melalui visual dan suara mempunyai pengaruh besar pada berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya pada perkembangan pola pikir dan perilaku anak-anak. Dampak dari media massa tersebut meliputi dampak positif dan dampak negatif. Masa anak-anak adalah masa dimana akan terbentuknya pola berpikir dan perilaku anak yang akan sangat berpengaruh dalam kehidupan anak tersebut nantinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan kepada anak saat mereka menonton acara televisi yang mereka nilai acara tersebut menarik. Seperti yang telah diketahui bahwa televisi dapat memberikan informasi dan dapat menghibur anak-anak. Namun, apabila anak tersebut menonton televisi secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif diantaranya mengganggu konsentrasi anak dan mengurangi kreativitas anak tersebut. Oleh karena itu, agar hal-hal tersebut tidak terjadi pada anak, diperlukan penanganan khusus dan peran serta dari pihak orang tua, guru, dan stasiun televisi yang bersngkutan dalam menayangkan program acaranya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pernyataan yang telah diungkapkan dalam latar belakang, maka dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Apa saja pengaruh televisi yang dapat memengaruhi perkembangan pola pikir dan perilaku anak?
2.Bagaimana cara mengatasi dampak negatif yang timbul akibat televisi sebagai media massa?
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui apa saja pengaruh dari televisi sebagai salah satu media massa yang dapat memengaruhi perkembangan pola pikir dan perilaku anak serta mengetahui bagaimana cara mengatasi dampak negatif yang timbul akibat televisi.

D. Manfaat

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Menjadi informasi dan masukan untuk stasiun televisi dalam menayangkan berbagai program acaranya.
2. Memberikan informasi bagi orang tua dan guru dalam membimbing anak.
3. Menjadi informasi bagi masyarakat luas.



















BAB 11

PEMBAHASAN

A. Pengaruh Media Massa ( Media Elektronik-Televisi)

Melalui televisi, seseorang dapat memperoleh informasi yang terjadi dimanapun secara cepat dan lebih jelas. Televisi hadir sebagai sarana untuk hubungan dan komunikasi antar manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa televisi memiliki dampak positif dan dampak negatif. Banyak fakta yang dapat menunjukkan bahwa televisi dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku anak diantaranya:
1) Anak menjadi tidak kreatif
Melalui televisi, anak akan terdorong menjadi manusia individualis dan egois yang merasa tidak membutuhkan orang lain. Mereka dengan mudahnya dapat menghilangkan rasa bosan dan jenuh yang ada hanya dengan menggunakan televisi yang mengandung berbagai hiburan. Anak terlihat seperti menutup diri dengan lingkungannya dengan tidak mau bermain dengan temannya atau membiasakan diri mencari aktivitas lain yang bersifat mendidik dan menyenangkan. Dengn alasan inilah dapat dinilai bahwa televisi membuat anak menjadi tidak kreatif.
2) Anak menjadi informatif
Sebagai media elektronik, televisi memiliki fungsi informatif yang dapat menyebarkan berita dengan sangat cepat. Melalui televisi, manusia dapat dengan mudah memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. Televisi memiliki kekuatan yang ampuh (powerful) untuk menyampaikan pesan karena media ini dapat menghadirkan pengalaman yang seolah-olah dialami sendiri dengan jangkauan yang luas (broadcast) dan dalam waktu bersamaan. Bagi anak-anak, fungsi informatif itu dapat berguna apabila televisi menampilkan tayangan yang dapat memberikan informasi kepada mereka. Dengan menonton televisi, diharapkan wawasan anak dapat bertambah. Melalui televisi, informasi/kejadian di dunia dapat diterima langsung di rumah dengan mudah.
3) Konsentrasi anak terganggu
Konsentrasi anak dapat terganggu apabila terlalu sering menonton televisi dan menyaksikan acara yang seharusnya tidak mereka tonton. Anak juga akan merasakan bahwa konsentrasi mereka terhadap hal-hal lain terbatas karena contoh yang diberikan televisi juga terbatas. “Berdasarkan riset di Indonesia menunjukkan, anak-anak menonton televisi rata-rata 35 jam seminggu” (Gunarto dalam Sunarto 2009:7).
4) Menghibur anak
Televisi mempunyai fungsi lain yaitu sebagai media penghibur. Hal ini dimaksudkan bahwa televisi diharapkan dapat menghibur penontonnya dengan memberikan tayangan yang menarik dan juga sehat. Sebagai makhluk sosial, anak memerlukan hiburan agar hidupnya tidak merasa bosan dan jenuh. Anak akan semakin sering menonton televisi apabila dia sendirian di rumah karena ditinggal orang tuanya bekerja. Untuk mengatasi rasa sepi, maka anak tersebut akan menonton acara anak yang dapat menghibur hatinya.
5) Anak Hanya Ingin Menonton Progrm yang Sifatnya Mendidik
Seperti yang disampaikan dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan[3], televisi dapat pula berfungsi sebagai media pendidikan. Pesan-pesan edukatif baik dalam aspek kognitif, afektif, ataupun psikomotor bisa dikemas dalam program televisi. Oleh karena itu, pola berpikir anak akan berkembang dengan menyaksikan acara yang sifatnya mendidik. Begitu pula dengan perilaku. Anak akan merasa terdidik apabila menyaksikan acara yang sifatnya mendidik.


6) Menimbulkan Perilaku Konsumtif pada Anak

Dalam bukunya, Ujang Sumarwan(2002:184) menjelaskan bahwa “televisi telah menjadi medium yang sangat banyak menciptakan budaya popular”. Oleh sebab itu, anak akan terpengaruh oleh artis dan juga iklan yang menampilkan pakaian dan barang-barang bermerek lainnya. Hal terburuk yang terjadi adalah anak akan menjadi seorang pribadi yang berperilaku konsumtif karena menginginkan berpenampilan seperti tokoh/artis yang dilihatnya.
7) Terbentuknya sikap negatif akibat tayangan yang buruk
Beragam tayangan dapat ditampilkan oleh televisi mulai dari yang bersifat mendidik hingga merusak. Jika anak diberikan tayangan menampilkan tindak kekerasan maka anak dapat dengan mudahnya meniru apa yang dia lihat di televisi. Selain itu, tayangan kekerasan yang ditampilkan dapat meningkatkan perilaku agresif pada anak, anak menjadi tidak peka pada kekerasan dan anak menjadi takut atas apa yang terjadi di dunia itu sangat berbahaya (Pinasthika 2010).
B. Beberapa Solusi untuk mengatasi Pengaruh Yang Timbul Akibat Televisi
Hal-hal negatif yang terdapat pada anak dapat diatasi melalui beberapa cara yang dilakukan dari dalam dan dari luar.
1. Cara yang perlu dilakukan dari Dalam
1.1 Perlunya peranan penting orang tua
Saat anak menonton televisi, ada baiknya jika orang tua bergabung dengan anaknya dan mengikuti alur cerita yang disajiakan. Orang tua seharusnya selalu mendampingi anaknya menonton dan tidak terpaku pada adegan-adegan yang ditampilkan. Ada baiknya jika orang tua melarang anak untuk menonton televisi terutama pada tayangan yang sebaiknya tidak ditonton oleh anak.

2. Cara yang perlu diperlukan dari Luar

2.1 Perlunya pendidikan lebih lanjut oleh guru
Guru sebaiknya mengajarkan kepada anak acara apa saja yang seharusnya mereka tonton. Selain itu, program pendidikan kepada anak juga dapat diberikan dengan menyuruh anak menonton program anak yang dan kemudian menceritakan kembali serta mendiskusikannya di dalam kelas.
2.2 Perlunya pemilihan penayangan efektif acara televisi oleh stasiun TV yang bersangkutan
Televisi diharapkan dapat menyajikan tayangan yang berkualitas. Anak harus mendapatkan perhatian khusus dalam penayangan program televisi. Hal tersebut disebabkan oleh anak masih mengalami proses perkembangan, dengan itu televisi harus selektif menayangkan program karena anak belum memiliki kemampuan untuk mencerna tayangan yang diberikan.
“… karena sebagai media yang paling dikonsumsi oleh banyak anak-anak, hendaknya media televisi membebaskan dirinya dari semua bentuk kekerasan secara umum…” (Sunarto 2009).







BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Televisi merupakan salah satu perangkat dari media massa yang merupakan bagian dari media komunikasi. Adanya televisi telah menyebabkan berbagai fenomena karena dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi penontonnya, khususnya anak-anak. Tanpa disadari televisi sedikit demi sedikit telah mengubah perilaku dan pola berpikir mereka yang sedang mengalami masa perkembangan. Adapun beberapa manfaat televisi antara lain adalah informatif, menghibur, dan mendidik.
Dari beberapa manfaatnya, ternyata televisi juga dapat memberikan dampak negatif, yaitu dapat mengganggu konsentrasi anak, anak menjadi tidak kreatif, membentuk pola pikir sederhana, membuat anak menjadi konsumtif, terbentuknya sikap negatif akibat tayangan yang buruk. Namun, dampak negatif itu dapat diatasi dengan adanya peranan penting orang tua dan pendidikan lebih lanjut oleh guru.







KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanrrahim…..

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kami kesempatan serta berkat Rahmat dan Rudho-Nya lah kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik. Tujuan penulis dalam menyusun makalah ini, penulis berasumsi bahwa pembaca harus tahu dan mengerti tentang “Pengaruh Media Massa dalam Kehidupan sehari-hari” dan mengapa perlu sekali untuk dipelajari dan dipahami.
Mengingat banyaknya topik yang harus dibahas dan disesuaikan dengan silabus Mata Kuliah PSIKOLOGI KOMUNIKASI diperguruan tinggi,maka penulis memberikan pengertian secara terperinci agar pembaca bisa cepat paham dengan maksud penulisan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih mengandung banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat berterima kasih apabila pembaca bersedia memberikan kritik dan saran, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan makalah berikutnya.

Makassar, Januari 2012


Penulis






DAFTAR PUSTAKA

Mugniesyah SS. 2010. Media Komunikasi dan Komunikasi Massa. Dalam: Hubeis AVS, editor. Dasar-dasar komunikasi. Bogor: Sains KPM IPB Press. Hal. 305-346.
Sumarwan U. 2002. Perilaku Konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sunarto. 2009. Televisi, Kekerasan, dan Perempuan. Jakarta: Buku Kompas.
Yusup PM. 2009. Ilmu Informasi, Komunikasi dan Kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Http//.wikipedia/makalah pengaruh televisi dalam kehidupan sehari-hari.com

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2012. Makalah Cyber . All rights reserved | Makalah Cyber.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by Makalah Cyber - Zoenk