Minggu, 29 Juli 2012

MAKALAH STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS DAN TUGAS & TANGGUNG JAWAB BIDAN

| Minggu, 29 Juli 2012 | 0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Bidan komunitas adalah bidan yang bekerja melayani keluarga dan masyarakat di wilayah tertentu. Kebidanan komunitas adalah bagian dari kebidanan yang berupa serangkaian ilmu dan keterampilan untuk memberikan pelayanan kebidanan pada ibu dan anak yang berada dalam masyarakat di wilayah tertentu. Sasaran kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada di dalam keluarga dan masyarakat .Bidan memandang pasiennya sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi ,politik, sosial, budaya dan lingkungan sekitarnya
Setiap petugas kesehatan yang bekerja dimasyarakat perlu memahami masyarakat yang di layaninya ,baik keadaan budaya maupun tradisi setempat sangat menentukan pendekatan yang di tempuh. Pendekatan yang akan digunakan oleh bidan harus memperhatikan strategi pelayanan kebidanan dan tugas dan tanggung jawab bidan agar masyarakat mau membuka hatinya untuk bekerja sama dengan bidan sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang bermutu di masyarakat.
B.      TUJUAN PENULISAN
a.      Untuk mengetahui strategi pelayanan kebidanan komunitas
b.      Untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
C.      MANFAAT PENULISAN
a.      Manfaat teoritis
1.      Sebagai  pengembangan bahan masukan atau pengkajian baru khususnya ilmu  kebidanan.
b.      Manfaat praktis
1.      Bagi institusi
Diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi mahasiswa akademi kebidanan STIKes Bina Generasi Polewali Mandar
2.      Bagi mahasiswa
Diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan dengan topik strategi pelayanan kebidanan dan tugas dan tanggung jawab bidan
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.     STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS
1.      PENDEKATAN EDUKATIF DALAM PERAN SERTA MASYARAKAT         
Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi, sosial budaya dll. Sebagian masalah komunitas merupakan hasil perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka miliki.
Definisi dari penedekatan edukatif dalam peran serta masyarakat yaitu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, terencana dan terarah dengan partisipasi aktif individu, kelompok, masyarakat secara keseluruhan untuk memecahkan masalah yang dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi dan budaya setempat.
Pada saat petugas kesehatan melaksanakan pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat pastilah mempunyai tujuan. Tujuan  pendekatan edukatif antara lain :
a.       Memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang merupakan masalah kebidanan komunitas.
b.      Mengembangkan kemampuan masyarakat, hal ini berbeda dengan memecahkan masalah yang dihadapi atas dasar swadaya sebatas kemampuan.
Pendekatan edukatif mempunyai strategi dasar yang dipakai dalam mememnuhi pelayanan kebidanan komunitas, yaitu :
a.      Mengembangkan provider.
Perlu adanya kesamaan persepsi dan sikap mental positif terhadap pendekatan yang ditempuh serta sepakat untuk mensukseskan.
Langkah-langkah pengembangan provider :
1)      Pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat.
Bertujuan untuk mendapat dukungan, sehingga dapat menentukan kebijakan nasional atau regional. Bentuknya pertemuan perorangan, dalam kelompok kecil, pernyataan beberapa pejabat yang berpengaruh.
2)      Pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi sampai dengan tingkat desa. Tujuan yang akan dicapai adalah adanya kesepahaman, memberi dukungan dan merumuskan kebijakan serta pola pelaksanaan secara makro. Berbentuk lokakarya, seminar, raker, musyawarah.
3)      Pengumpulan data oleh sektor kecamatan/desa. Merupakan pengenalan situasi dan masalah menurut pandangan petugas/provider. Macam data yang dikumpulkan meliputi data umum , data khusus dan data perilaku.
b.      Pengembangan Masyarakat
Pengembangan masyarakat adalah menghimpun tenaga masyarakat untuk mampu dan mau mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya sebatas kemampuan. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk menentukan masalah, merencanakan alternatif, melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang dilaksanakan. Langkah– langkahnya meliputi pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta pemantapan dan pembinaan.
2.      PELAYANAN YANG BERORIENTASI PADA KEBUTUHAN MASYARAKAT.
            Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber – sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong.
            Agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bidan harus dapat melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Komunikasi tersebut melibatkan lebih banyak proses mendengarkan dan pada proses berbicara, merupakan suatu proses interaksi yang tetap yang ditujukan untuk suatu kesepakatan. Komunikasi yang baik akan membentuk pengetahuan dan tanggung jawab orang-orang yang terlibat didalamnya
            Komunikasi yang baik dapat menunjukkan rasa hormat kepada orang lain dan memperlihatkan pandangan dan opini mereka dihargai. Selanjutnya hal ini dapat membuat masyarakat mau mengambil keputusan sendiri dan mengusulkan ide-idenya. Bebrapa hal yang perlu diperhatikan seorang bidan dalam berkomunikasi kepada masyarakat adalah sebagai berikut :
1.      Jangan terlalu banyak bicara, cobalah untuk tidak menyela
2.      Jangan meneruskan kaliamt mereka/mengantisipasi apa yang sedang mereka ucapkan
3.      Tanyakan apabila anda merasa kurang jelas
4.      Lebih baik membicarakan sesuatu dengna cara tatp muka, daripada berkomunikasi secara tertulis.
      Ada 3 jenis pendekatan :
1.      Specifict Content Approach
yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah, melalui proposal program kepada instansi yang berwenang. Contoh : pengasapan pada kasus DBD
2.      General Content objective
yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu. Contoh : posyandu meliputi KIA, imunisasi, gizi, KIE dsb.
3.      Proses Objective approach
masyarakat sebagai pengambil prakarsa kemudian dikembangkan sendiri sesuai kemampuan. Contoh : kader
3.      MENGGUNAKAN ATAU MEMANFAATKAN FASILITAS DAN POTENSI YANG ADA DI MASYARAKAT.
           
            Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan rendahnya status sosial – ekonomi yang akibatkan ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara diri sendiri (self care) sehingga apabila berlangsung terus akan berdampak pada status kesehatan keluarga dan masyarakat juga produktivitasnya.
            Definisi dari program ini yaitu :
a.      Usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan orang, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya.
b.      Pengembangan manusia yang tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia mengontrol lingkungannya.
     Langkah – langkah dari program ini antara lain.
1.    Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan
2.    Tingkatkan mutu potensi yang ada
3.    Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada.
4.    Tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Prinsip - prinsip dalam mengembangkan masyarakat :
a.      Program ditentukan oleh atau bersama masyarakat.
b.      Program disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.
c.       Dalam pelaksanaan kegiatan harus ada bimbingan, pengarahan, dan dorongan agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya.
d.      Petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi sebagai katalisator untuk mempercepat proses.
Bentuk - bentuk program masyarakat :
a.      Program intensif yaitu pengembangan masyarakat melalui koordinasi dengan dinas terkait/kerjasama lintas sektoral.
b.      Program adaptif yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan pada salah satu instansi/departemen yang bersangkutan saja secara khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut/kerjasama lintas program
c.       Program proyek yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha – usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut.
B.      TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN
1.      TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DI KOMUNITAS
a.      Pelaksana asuhan atau pelayanan kebidanan..
1)      Melaksanakan asuhan kebidanan dengan standar profesional.
2)      Melaksanakan asuhan kebidanan ibu hamil normal dengan komplikasi, patologis dan resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
3)      Melaksanakan asuhan ibu bersalin normal dengan komplikasi, patologis dan resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
4)      Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal dengan komplikasi, patologis dan resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
5)      Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dan menyusui normal dengan komplikasi, patologis dan resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
6)      Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan klien/keluarga.
7)      Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita atau ibu dengan gangguan sistem reproduksi dengan melibatkan klien/keluarga.
8)      Melaksanakan asuhan kebidanan komunitas melibatkan klien/keluarga.
9)      Melaksanakan pelayanan keluarga berencana melibatkan klien/keluarga.
10)  Melaksanakan pendidikan kesehatan di dalam pelayanan kebidanan.

b.      Pengelola pelayanan KIA/KB.
1)      Mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat diwilayah kerjanya dengan melibatkan keluarga dan masyarakat.
2)      Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan program sektor lain diwilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan lain yang berada diwilayah kerjanya.
c.       Pendidikan klien, keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan.
Melaksanakan bimbingan/penyuluhan, pendidikan pada klien, masyarakat dan tenaga kesehatan termasuk siswa bidan/keperawatan, kader, dan dukun bayi yang berhubungan dengan KIA/KB
d.      Penelitian dalam asuhan kebidanan. Melaksanakan penelitian secara mandiri atau bekerjasama secara kolaboratif dalam tim penelitian tentang askeb.

2.      TUGAS TAMBAHAN BIDAN DI KOMUNITAS
a.      Upaya perbaikan kesehatan lingkungan.
b.      Mengelola dan memberikan obat - obatan sederhana sesuai dengan kewenangannya.
c.       Survailance penyakit yang timbul di masyarakat.
d.      Menggunakan tehnologi tepat guna kebidanan.


BAB III
KESIMPULAN
A.     KESIMPULAN
                    Strategi pelayanan kebidanan di komunitas ada 3 yaitu:
1.      Pendekatan edukatif dalam peran serta masyarakat
2.      Pelayanan Yang Berorentasi Pada Kebutuhan Masyarakat
3.      Menggunakan/Memanfaatkan fasilitas dan potensi yang ada di masyarakat.
 
        Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi, sosial budaya dll. Sebagian masalah komunitas merupakan hasil perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka miliki.
        Pelayanan yang berorentasi pada kebutuhan masyarakat adalah proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tentukan prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber – sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong.
        Pemberdayaan adalah bagian dari paradigma pembanguann yang memfokuskan perhatiannya pada semua aspek yang prinsipil dari manusia di lingkungannya yakni mulai dari aspek intelektual (SDM), yakni aspek material dan fisik sampai pada aspek manajerial. Pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemebrian akses pada masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan hak masyarakat bagi peningkatan hidup social, ekonomi, politik dan kesehatan.
        Untuk melaksanakan program strategi pelayanan kebidanan di dalam komunitas, bidan tidak terlepas dari tugas dan tangggung jawabny kebidanan. Tugas dan tanggung jawab kebidanan. Bidan dalam menjalankan praktiknya berwenang untuk memberikan pelayanan yang meliputi : pelayanan kebidanan, pelayanan keluarga berencana, dan pelayanan kesehatan masyarakat.
       
B.      SARAN
1.      Bagi Institusi
Diharapkan agar dapat memberi masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun tentang strategi pelayanan kebidanan dan tugas dan tanggung jawab bidan
2.      Bagi Mahasiswa DIII Kebidanan
Diharapkan agar lebih mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang tentang strategi pelayanan kebidanan dan tugas dan tanggung jawab bidan
3.      Bagi Pembaca
Diharapkan untuk petugas kesehatan agar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
http://aangcoy13.blogspot.com/2011/04/strategi-pelayanan-kebidanan-di.html
http://enyretnaambarwati.blogspot.com/2010/02/tugas-dan-tanggungjawab-bidan-di.html
http://enyretnaambarwati.blogspot.com/2010/02/strategi-pelayanan-kebidanan-di.html
http://harnita-novia.blogspot.com/2011/05/strategi-pelayanan-kebidanan-komunitas.html
Kepmenkes RI No. 900/ MENKES/ SK/ VII/ 2002
Meilani Niken.2009. Kebidanan Komunitas. Fitramaya : Yogyakarta

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2012. Makalah Cyber . All rights reserved | Makalah Cyber.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by Makalah Cyber - Zoenk