Minggu, 05 Agustus 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KARDIOVASKULER : INFARK MIOKARD AKUT (IMA) / MIOCARD INFARK (MCI)

| Minggu, 05 Agustus 2012 | 0 komentar

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KARDIOVASKULER : INFARK MIOKARD AKUT (IMA) / MIOCARD INFARK (MCI)


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN GANGGUAN KARDIOVASKULER : INFARK MIOKARD AKUT
(IMA) / MIOCARD INFARK (MCI)
DEFENISI 
Infark miokard akut adalah nekrosis miokard akibat gangguan
aliran darah ke otot jantung.
Infark miokard akut adalah sumbatan komplet dari arteri
koroner dan/atau                  cabang-cabangnya,              menyebabkan        iskemia
miokard dan selanjutnya mengakibatkan nekrosis jaringan
miokard.
ETIOLOGI 
Faktor pencetus  ateroskelerosis
Faktor resiko
1. Tidak dapat dimodifikasi
       Herediter
       Usia
       Jenis kelamin
       Ras
1

2. Dapat dimodifikasi
       Lingkungan
       Merokok
       Hipertensi
       Peningkatan serum kolesterol
       Diabetes mellitus
       Obesitas
       Aktifitas kurang
       Stress
PATOFISIOLGI
   Kerusakan          miokard         bervariasi             dan       tergantung             pada
besarnya/ukuran daerah yang terblokir
   Iskemik >> 35 – 45 menit akan menimbulkan kerusakan
selluler yang irreversible dan kemampuan kontraktilitas
otot jantung yang mengalami nekrosis akan menjadi gagal
atau terganggu secara permanen
2

Skema patofisiologi

Miocard isckemic

Supply O2ke miokardial
menurun

Afterload
menurun
Peripheral
vasoconstriction

Miokardial O2 demand
meningkat
Coronary perfusi menurun
Diastolic filling menurun
Hearth rate meningkat
Respon simpatetic
Rangsangan baroreceptor

Hypoxia celluler
Altered cell membrane
integrity
Kontraksi miokard menurun
Cardiac output menurun
Arterial pressure menurun
3


MANIFESTASI KLINIS
Nyeri dada serupa dengan angina tetapi lebih intensif dan
menetap (lebih dari 30 menit), tidak sepenuhnya menghilang
dengan istirahat ataupun dengan pemberian Nitorgliserin,
sering disertai nausea, berkeringat dan sangat menakutkan
klien. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan muka pucat,
takikardi           dan      bunyi       jantung         III (bila               disertai            gagal
jantung kongestif).                       Distensi            vena        jugularis             umumnya
terdapat pada infark ventrikel kanan.
KOMPLIKASI
Perluasan infark dan iskemia pasca infark, aritmia (sinus

bradikardi,

supraventrikuler

takiaritmia, aritmia

ventrikular, gangguan konduksi), disfungsi otot jantung
(gagal jantung kiri, hipotensi dan syok), infark ventrikel
kanan, defek mekanik, ruptur miokard, aneurisma ventrikel
kiri, perikarditis dan trombus mural.
DIAGNOSIS
   Pada      EKG    terdapat elevasi                  segmen      ST     diikuti          dengan
perubahan sampai inversi gelombang T, kemudian muncul
peningkatan gelombang Q minimal di dua sadapan. 
4


   Peningkatan             kadar         enzim        atau         isoenzim           merupakan
indikator spesifik infark miokard akut, yaitu Kreatinin
fosfokinase (CPK/CK), SGOT, Laktat dehidroginase (LDH),
Alfa hidroksi butirat dehidroginase (α-HBDH), troponin
T, dan isoenzim CPK MP dan CKMB. CK meningkat dalam 4 –
8 jam, kemudian kembali normal setelah 48 – 72 jam.
Tetapi enzim ini tidak spesifik karena dapat disebabkan
penyakit lain seperti penyakit muskular, hipotiroid dan
stroke. CKMB lebih spesifik, terutama bila rasio CKMB :
CK > 2,5% namun nilai kedua-duanya harus meningkat dan
penilaian dilakukan secara serial dalam 24 jam pertama.
CKMB mencapai puncak 20 jam setelah infark. Yang lebih
sensitif            adalah        penilaian           rasio         CKMB2 :         CKMB1 yang
mencapai puncak 4 – 6 jam setelah kejadian. CKMB2 adalah
enzim CKMB dari miokard, yang kemudian diproses oleh
enzim      karboksipeptidase               menghasilkan          isomernya        CKMB1.
dicurigai bila rasionya > 1,5 ; SGOT meningkat dalam 12
jam pertama, sedangkan LDH dalam 24 jam pertama. Cardiac
specific troponin T (cTnT) dan cardiac specific troponin
I (cTnI) memiliki struktur asam amino berbeda dengan
yang      dihasilkan           oleh       otot        rangka.         Enzim      cTnT     tetap
tinggi dalam 7 – 10 hari, sedangkan cTnI dalam 10 – 14
hari.
5

   Reaksi          non-spesifik              berupa         polimorfonuklear               (PMN)
mencapai 12.000 – 15.000 dalam beberapa jam dan bertahan
3       – 7            hari.             Peningkatan                LED       terjadi               lebih            lambat,
mencapai puncaknya dalam 1 minggu dan dapat bertahan 1 –
2 minggu. 
   Pemeriksaan          radiologi berguna                  bila        ditemukan         adanya
bendungan paru (gagal jantung) atau kardiomegali. Dengan
ekoardiografi 2 dimensi dapat ditentukan luas daerah
infark         miokard       akut       dan      fungsi        pompa     jantung         serta
komplikasi.
PENATALAKSANAAN
Lebih       ditujukan untuk                 mencegah        MCI     lebih         berat         dan
menghindari komplikasi, meliputi :
o    Istirahat total
o    Diet makanan lunak/saring serta rendah garam (terutama
bila ada gagal jantung)
o    IVFD      Dextrosa          5%     untuk        persiapan           pemberian          obat
intravena
o    Mengatasi nyeri dengan pemberian Morfin 2,5 – 5 mg iv
atau Petidin 25 – 50 mg im bisa diulang-ulang ; lain-
lain seperti Nitrat, Antagonis kalsium dan Beta blocker
o    Pemberian oksigen 2 – 4 lt/mnt
6

o    Sedativa sedang seperti Diazepam 3 – 4 x 2,5 mg peroral.
Pada insomnia dapat ditambah Flurazepam 15 – 30 mg
o    Antikolagulan, seperti Heparin 20.000 – 40.000 U/24 jam
iv tiap 4 – 6 jam atau drip dilakukan atas indikasi ;
diteruskan asetikumarol atau Warfarin
o    Pemberian Streptokinase/Trombolisis --> sedapat mungkin
untuk memperbaiki kembali aliran pembuluh darah koroner
PROGNOSIS
Tiga faktor penting yang menentukan indeks prognosis adalah
potensial terjadinya aritmia yang gawat, potensial serangan
iskemik lebih                jauh       dan      potensial            memburuknya       ganguan
hemodinamik yang lebih jauh.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MIOKARD INFARK
PENGKAJIAN 
Data subjektif :
o    Persepsi klien mengenai penyakitnya
o    Serangan dan lamanya nyeri                          nyeri dada hebat dan
menghimpit pada               area        prekordial,             substernal,             tidak
berhubungan dengan kerja atau pernafasan
7

o    Faktor-faktor yang mendahului
o    Mual dan muntah
Data objektif :
o    Diaforesis
o    Kulit       dingin, lembab, pucat
o    Pingsan
o    Sesak nafas
o    Penurunan tekanan darah
o    Takikardi
o    Peningkatan suhu tubuh
o    Ansietas
o    Gelisah
o    Respon perilaku            menyangkal/denail, depresi
o    Bunyi jantung           gallop, friction rub precordial, murmur
o    Infark         ventrikel           kanan        peningkatan               distensi vena
jugularis, edema perifer, nyeri tekan hepar
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri         dada      berhubungan         dengan       iskemia         miokard        atau
nekrosis
Tujuan : nyeri dada berkurang atau terkontrol
8

Kriteria evaluasi :
     Klien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang
     Klien tampak rileks dan tenang
Rencana tindakan :
     Pertahankan tirah baring untuk 24 – 30 jam pertama
atau sesuai indikasi ; pertahankan posisi klien nyaman
     Kaji dan rekam gambaran nyeri dan faktor-faktor yang
memperburuk keadaan nyeri ; tentukan jika dipengaruhi
oleh pernafasan atau posisi tubuh
     Berikan oksigen sesuai dengan indikasi
     Berikan obat-obatan sesuai dengan terapi dan kaji
respon yang timbul setelah pemberian obat
     Monitoring vital sign selama epsode nyeri tiap 1 jam
sekali
     Lakukan       tindakan         non-farmakologis             untuk       mengurangi
nyeri, seperti teknik relaksasi, bimbingan imajinasi,
lingkungan yang tenang dan nyaman
2. Resiko          perubahan          curah        jantung          berhubungan          dengan

faktor-faktor

listrik

(disritmia)

;

Penurunan

kontraktilitas miokard dan defek struktural

9


Tujuan : curah jantung dapat dipertahankan adekuat
Kriteria evaluasi :
     Curah jantung tetap stabil atau berangsur membaik
     Klien menunjukkan kestabilan hemodinamik
      Tanda vital dan haluaran urine dalam batas normal
     Klien dapat melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari
Rencana tindakan :
     Pertahankan tirah baring
     Kaji dan laporkan tanda-tanda perubahan curah jantung,
seperti penurunan TD, peningkatan fekwensi jantung,
penurunan haluaran urine, kelelahan dan kelemahan,
kulit dingin, pucat dan lembab
     Monitor vital sign setiap 2 – 4 jam sekali
     Pantau rekaman EKG secara terus-menerus setiap 2 – 4
jam sekali
     Berikan terapi oksigen sesuai indikasi
     Monitoring sistem pernafasan
     Pantau masukan dan haluaran cairan setiap 2 – 4 jam
sekali
     Pertahankan cairan parenteral sesuai dengan terapi
     Berikan obat-obatan sesuai dengan terapi
10

     Berikan diet sesuai dengan toleransi dan hindarkan
penggunaan cafein, garam berlebihan dan lainnya
     Hindari mengedan
3. Ansietas           berhubungan         dengan       penerimaan         atau       ancaman
aktual terhadap integritas biologis
Tujuan : ansietas berkurang atau hilang
Kriteria evaluasi :
     Tingkat ansietas klien menurun
     Klien tampak relaks dan mengungkapkan perasaan tenang
Rencana tindakan         :
     Kaji adanya tanda dan ekspresi verbal tehadap ansietas
     Berikan tindakan kenyamanan, seperti lingkungan yang
tenang dan tentram, melakukan teknik relaksasi seperti
imajinasi visual, irama musik yang lembut
     Minimalkan kontak dengan rangsangan stress, seperti
klien lain yang mengalami ansietas
     Komunikasi dengan suara yang tenang dan meyakinkan
klien
11

     Diskusikan dan orientasikan klien dengan lingkungan
dan peralatan
     Berikan sedasi sesuai indikasi
     Jangan biarkan klien sendiri dalam periode ansietas
tinggi
      Berikan penjelasan sederhana mengenai perawatan dan
prosedur
     Anjurkan         klien         mengekspresikan             perasaan,           seperti
menangis dan libatkan keluarga dalam perawatan klien
4. Kurangnya           pengetahuan           berhubungan           dengan kurangnya
informasi tentang proses penyakit
Tujuan : pengetahuan klien tentang penyakitnya bertambah
Kriteria evaluasi :

     Tingkat           pengetahuan            klien           bertambah


klien

mengungkapkan meningkatkan pemahaman proses penyakit
dan penanganan perawatan kesehatan, mengidentifikasi
sendiri faktor-faktor resiko
     Klien        mengungkapkan         tindakan         yang       tepat mengenai
penanganan nyeri dan obat-obatan
12


Rencana tindakan :
     Kaji tingkat pengertian dan derajat kesiapan klien
untuk belajar
     Diskusikan pentingnya pembatasan aktifitas berhubungan
dengan proses penyembuhan
     Diskusikan pentingnya pengontrolan beberapa penyakit
penyerta yang dapat memperburuk kesembuhan
     Jelaskan penatalaksanaan stress 
     Diskusikan          pentingya komunikasi                  dengan orang-orang
terdekat
     Diskusikan tanda dan gejala serta mekanisme terjadinya
penyakit dengan bahasa dan kalimat yang dimengerti
klien
     Jelaskan tentang diet klien, seperti rendah garam,
rendah kolersterol, rendah lemak dan rendah kalori
serta          menghindari produk-produk tembakau,                                kopi,
minuman cola dan sebagainya
13

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER :
MIOCARD INFARK (MCI)
Disusun oleh :
KELOMPOK VI
1.   JUNIAR RAJAGUKGUK  2027

2.   NURHAFNI
3.   SUHARTONO
4.   SYAMSUL OLOAN

2037
2047
2080

JALUR KHUSUS PENDIDIKAN
AKADEMI PERAWATAN IMELDA MEDAN
2 0 0 1


LEMBARAN PERSETUJUAN
Makalah Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler : Miocard Infark (MCI) telah disetujui untuk
diseminarkan oleh :
Medan,      Januari 2002
Disetujui oleh :

Pembimbing :
  Hasrat Jaya Ziliwu, S.Kep

Koordinator Mata Ajaran,
Betty Pardosi, AMK

Diketahui oleh :
Direktris Akademi Keperawatan Imelda Medan,
Imelda Liana Ritonga, S.Kp

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2012. Makalah Cyber . All rights reserved | Makalah Cyber.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by Makalah Cyber - Zoenk